Pendiri pesantren Tebuireng dan perintis Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, ini dikenal sebagai tokoh pendidikan pembaharu pesantren. Selain mengajarkan agama dalam pesantren, ia juga mengajar para santri membaca buku-buku pengetahuan umum, berorganisasi, dan berpidato.
Karya dan jasa Kiai Hasyim Asy’ari yang lahir di Pondok Nggedang, Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 tidak lepas dari nenek moyangnya yang secara turun-temurun memimpin pesantren. Ayahnya bernama Kiai Asyari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. Dari garis ibu, Kiai Hasyim Asy’ari merupakan keturunan Raja Brawijaya VI, yang juga dikenal dengan Lembu Peteng, ayah Jaka Tingkir yang menjadi Raja Pajang (keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir).
BIOGRAFI Kyai Hasyim Asy`ari
Res Publica
kita harus merdeka dalam pengertian diri maupun bangsa. hakekat kemerdekaan adalah KITA, baik diri mapun bangsa, mempunyai pertaruhan hidup pada bangsa ini. Apa yang mesti di- PERTARUH-kan oleh kita demi bangsa ini? Jawabnya adalah sejarah panjang bangsa ini terlalu banyak “eksperimen” dalam gerakan. Entah secara institusi maupun konstitusi, dengan banyaknya eksperimen-eksperimen yang pernah ada. Disamping itu tentunya eksperimen idiologi yang pernah kita impor bersama-sama. Mulai dari Marx-isme, yang gagal dalam tiga siklus organisasi. Maupun Kapitalisme yang semenjak 1954 mulai masuk lewat beberapa gelintir orang, sampai saat ini juga belum bisa membawa perubahan yang kita bayangkan bersama.